Kawasaki Ninja 150RR, Kencang Modal Kruk As Thailand!

 

Kawasaki Ninja RR milik Gatot ini terkenal kencang, tapi uniknya tidak banyak racing part yang nemplok di motornya. Gatot yang tinggal di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan ini menyerahkan urusan korek engine ke Herman, tunner bengkel HRD. Di tangan Herman lebih banyak part standar Ninja 150 RR buatan Thailand diaplikasi.
 

“Terutama untuk urusan kruk-as. Bahannya seakan beda dengan kruk-as Ninja yang sekarang,” sebut Herman yang bengkelnya ada di Jl. Kali Abang Tengah, No. 14, Bekasi Utara, Jawa Barat. HRD dulu ngetop sebagai pengrajin knalpot pinggir jalan di Ciledug, Tangerang. Nah, selain buka cabang di Kemayoran, Jakarta Pusat, juga buka di Bekasi.

Ok, tapi, bukan berarti Herman atau Gatot terbang dari Bekasi menuju negeri gajah putih buat beli kruk as Ninja yang dikenal sebagai ZX 150 itu, lho. Sebab, part pemutar setang seher itu didapatnya di Jakarta.

Membran dibuat dua lidah biar cepat membuka,  Head papas dan squish disesuaikan kebutuhan, Kruk as satu set dengan setang piston pakai ZX 150 

“Tahun 2003 sampai 2005, PT Kawasaki Motor Indonesia masih mengeluarkan ZX 150. Motor ini, masih produksi Thailand. Buat kruk as ZX 150 ini, masih ada yang jual meski jarang dan harganya cukup tinggi,” sebut Herman yang juga salah satu spesialis Ninja di Bekasi itu.

Masih menurut Herman lagi, komposisi logam bandul kruk as ZX 150 lebih terisi ketimbang punya Ninja 150 RR yang sekarang. “Kalau milik RR yang bukan keluaran awal, bandulnya ada coakan. Tapi kalau punya ZX 150, rapat,” tambahnya.

Karena enggak ada coakan, bikin kompresi primer jadi lebih padat. Itu karena ruang di dalam karter menyempit akibat bandul yang tertutup. Jadinya, kompresi jadi lebih tinggi. Efeknya, gas bakar jadi gampang terdorong dari karter menuju blok silinder.

Buat aplikasi kruk as ini, Herman juga sekaligus pakai setang seher dari merek yang sama. “Karena kalau pakai setang piston RR produksi sekarang, tidak bisa dipasang ke bandul. Sebab ukuran pen piston ZX 150 lebih besar 1 mm (16 mm; red) dari RR,” tambahnya.

Kalau kata tunner ramah ini, ada lagi kelebihan pakai kruk as ZX 150. Yaitu, ada dua lubang buat jalur oli yang diaplikasi. Satu lubang di bagian setang piston dan satu lubang lagi di bagian pin kruk as itu sendiri. “Akibatnya, gesekan setang seher pada laher bambu jadi lebih enteng,” jelasnya.

Karena sudah aplikasi kruk as dan setang seher ZX 150, maka piston juga sekalian diusung. Tetapi, tak lagi pakai spek standar, Herman pilih piston tipe B.

Penyesuain lainnya, ada di reed valve. Ini kali, Herman tetap pakai part standar RR. Tetapi, bagian membran alias reed valve yang kedua dipotong setengah. Tujuannya, agar membran lebih cepat membuka. Akibatnya, pasokan bahan bakar jadi cepat masuk! Kebutuhan ruang bakar juga ikut terpenuhi . Siap.. (motorplus-online.com)

 

 DATA MODIFIKASI
Pelek depan : TK 1,20×17
Pelek belakang : TK 1,40×17
Ban depan : Comet 50/90-17
Ban belakang : Eat My Dust 60/90-17
Karburator : Keihin PE 28
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: