Modifikasi Honda C 70 Bore Up &and Stroke Up

Alhamdulillah, Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan pertolongan dan selalu melimpahkan rizki yang berkah. Setelah sekian lama saya tidak posting di blog, akhirnya sekarang diberi kesempatan lagi oleh Allah SWT untuk posting artikel yang ga jelas ini hehe…

Langsung saja, kali ini saya akan berbagi tentang spesifikasi hasil modif salah satu rekan saya yang namanya R***I

Ini adalah motor yang di bangun benar2 bermula hanya dari rangka c70 / bekjul yang di beli, dan lalu selanjutnya komponen2 lainnya teman saya beli nyicil. Itu bermula ketika teman saya SMA sampai sekarang sudah kerja di salah satu perusahaan di Bandung, dan motornya pun masih dalam tahap finishing..

Ini dia foto2 hasil modifan teman saya :

DSC01667 blog

Tampak samping Bekjul

DSC01673 blog

Tampak samping bekjul juga

Sekarang mari kita lihat lebih dalam ke bagian mesinnya.

Piston set NPP

mesin menggunakan mesin honda c 100, untuk mengantisipasi tenaga yang loyo ketika digunakan turing, kami ganti piston bawaan bekjul dengan piston kaze oversize 100 merek NPP, kenapa kita pilin merek NPP, karena piston merek ini dianggap cukup untuk melayani modif mesin yang dperuntukkan untuk harian, itung2 hemat biaya juga hehe.. toh kita bukan modif mesin buat balap, hanya untuk harian dan turing saja.

Untuk Liner / boring, karena tidak memungkinkan menggunakan boring bawaan untuk sehe rukuran 54, maka boring bawaan di lengserkan dan di ganti dengan boring bawaan Kawak Kaze yang di oversize lagi agar bisa kita masukkan piston 54

blok c100

blok silinder c100 feat boring kaze

Kapasitas silinder yang didapat menurut rumus yaitu 54*54*3,14*49,5/4000 = 113,308 cm cubic atau disingkat 113 cc. Mesin dengan ukuran segitu masih kurang mantap, maka project selantujnya adalah menaikkan panjang stroke mesin guna memperkaya Torque pada putaran bawah.

Mesin pun di belah, penggantian pompa oli pun di lakukan agar suplai oli dapat mengalir lancar untuk mencegah kerusakan fatal akibat oli ngak naik. Gak kebayang gimana hancurnya mesin jika oli tidak bersirkulasi dan kita sedang mengendarai motor di kecepatan tinggi, bisa2 ngancing sehernya, ban belakang ngunci, sukur2 kalau masih bisa mengendalikan, kalau ngak bisa cilaka deh nyuksruk di kejamnya aspal jalanan.

Selanjutnya Kruk As / bahasa tekniknya Crankshaft, kita bawa ke tukang bubut, kita geser big end nya sejauh 5 mm ke arah luar, beres stroke up kruk as pun di balancing ulang di tukang bubut.

kruk as

kruk as (gambar dapet maling dari kaskus karena ga sempet moto) hehe

Agar tidak harus mengubah panjang rantai keteng, maka penggantian stang piston pun dilakukan, stang piston di ganti denga stang piston Honda Astrea 800. Motor dari luar terlihat standar, tapi siapa sangka dalemannya sudah stroke up hehe.. tetapi lumayan banyak juga bagian2 yang harus di pangkas, karena stroke up di nilai ekstrim yaitu 5 mm , pemapasan pada piston, crankcase dan penyesuaian pada head silinder pun kami lakukan. kapasitas silinder kini sudah membengkak menjadi 136,19 cc

crankcase c100

Crankcase C100 (sumber : kaskus)

Agar pasukan bensin ke silinder bertambah, noken as / camshaft pun kita bubut ulang, durasi dan lift kita percayakan kepada teman yang berprofesi sebagai tukang bubut, kita minta saja yang pas buat harian. Klep menggunakan standar, karena biaya belum mencukupi, hehe. kompresi di set sekitar 10 : 1 hasil pengukuran menggunakan metode buret

noken as

Noken as hand made

Setelah bagian mesin selesai, rangka motor bekjul sudah di modif juga oleh teman saya, di cat dengan warna orange dan mempersiapkan semua bagan rangkanya. Setelah itu, mesin pun drakit dan di tempelkan di rangka. mesin langsung bisa di pasang karena baut mounting engine rangka C70 sama dengan mesin C100. Untuk memaksimalkan transfer tenaga, maka kopling pun di rubah menjadi manual, dengan melepas mangkok kopling otomatis dan menyisakan hanya jedek / dudukan poros mangkok nya saja. Agar kopling tidak selip per kopling menggunakan per kopling smash.

DSC01671 blog

bak kopling S*D

Kelar di urusan bak kopling, agar suplai bensin tidak kekurangan, karbu pun menggukanakn karbu karisma / supra x 125 yang di reamer, karbu karisma dirasa cukup untuk membuat nafas motor panjang namun tetap irit bensin..

DSC01672 blog

Karbu Karisma reamer

DSC01670 blog

bekjul

Beres urusan mesin, motor pun kami coba di jalan  layang Pasupati Bandung, gigi 4 dapat dengan mudahnya melewati Supra X, belum sampai situ, masih banyak project yang tertunda karena terhalang oleh masalah biaya.. Jika ada Dynotest murah, mungkin ini motor sudah di dyno untuk mengetahui power yang sudah kami capai dalam proses modif motor ini, namun apa daya lagi2 masalah dana yang kurang untuk mengusung sang kuda besi ke mesin dyno menjadi alasannya.. Tapi Alhamdulillah tetap di ucapkan sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkarya..

Kawin Silang Yamaha Rx King dengan motor 4 tak

Tadi ketika ane browsing Rx King di internet, nemuain yang kaya ginian bro :

Gambar

ada sebuah motor dengan girbox honda GL dipasang silinder kop yamaha king :D

perpaduan mesin 4 tak di girbox dengan head cylinder dan block cylinder ganti 2 T, kawin silang. Perkawinan mesin rx-king dengan gearbox gl series tersebut mampu mengusik nalar . Biasanya sesama mesin 4 tak yang dikawinkan, namun ini perpaduan 2 tak dan 4 tak.

Mungkin blok mesin hanya diambil gearboxnya saja. Terus kalau  penggerak klep via rantai keteng tidak terpakai apakah tidak berpengaruh ke bagian mesin yang lain?
Tapi bagi orang Indonesia, semua bisa diakalin..

motor kek gitu rasanya gimana ya?

ini ada honda C70 yang dipasangin silinder kop RX king juga :D jossss

Gambar

ada ada aja nih orang Indonesia hehe, tapi salut deh buat kreatipitasnya  (mungkin kalau orang2 kreatif tersebut kerja di pabrikan motor Jepang bakalan tercipta motor2 berteknologi canggih kali ya ?? )

Salam nguokkkkkkk…

Motor Setan !!!!! Dengan Bobot 25 Kg, Motor Listrik Ini Mampu Melesat 180 km/jam !!

Well,, lima mahasiswa asal Norwegia mampu membuat terobosan baru. Mereka mampu membuat motor sport Listrik dengan berat dan kecepatan maksimum yang fantastik. Bagaimana tidak,, Motor hasil rancangan mereka memiliki berat 25 kg dan mampu mencapai kecepatan maksimal 180 km/jam.

Image

Wow,,, sungguh hasil yang menakjubkan untuk ukuran motor listrik. Biasannya motor listrik identik dengan motor lemot. Tapi kali ini mahasiswa asal norwegia dapat mematahkan pendapat tersebut.

Motor listrik bernuansa sport ini di beri nama Roskva. Menggunakan material dari serat karbon pada frame, roda, drive system dan swing arm (lengan ayun). Hal ini berdampak pada total bobot yang relatif ringan.

Versi prototipe ini menggunakan dua motor -listrik bertenaga 96,6 hp dengan torsi 80 Nm. Akselerasi 0-100 kpj dibutuhkan 3-4 detik. Memiliki baterai berkekuatan 6 kWh bisa diajak berkeliling hingga 100 kilometer untuk sekali pengisian.

Tidak dijelaskan menggunakan baterai jenis apa. Padahal biasannya baterailah yang membuat bobot motor listrik menjadi berat. Saya tidak bisa membayangkan,, motor dengan bobot 25 kg melesat dengan kecepata 180 km/jam, apa gak ngleang (melayang) tuh. Saya juga sudah mencoba mencari videonnya di youtube tapi belum nemu juga.

So,, era motor listrik sudah tiba. tinggal nunggu pengembanganya. Semoga semakin ke depan, motor listrik semakin bisa menempuh jarak yang semakin jauh dengan pengisian yang singkat pula.

Semoga bermanfaat,,,

Salam Otomotif

Tips Cara Setting Karburator

Peranti yang 1 ini sangatlah vital karena merupakan salah satu bertugas menghasilkan tenaga dari motor tersebut, salah penanganan maka akan sangat berdampak pada performa motor tersebut. Di posting saya kali ini akan berbagi tips cara mensetting karbu yang benar.

Image
Pertama putar baut langsam menggunakan obeng pada karbu ke arah kanan hingga idle motor terasa tinggi, kencangkan/putar ke arah kanan baut setelan angin hingga mentok tarik sekali gas (geber maksudnye) setelah itu kendorkan baut setelan angin perlahan sambil dirasakan (pake feeling gitu) mesin meraung paling konsisten artinya tidak brebet atau nembak2 geber sekali selesai deh

. Untuk mengecek beneratau gaknya setelan bro bisa ngecek lewat keadaan ujung busi kalo item berarti setelan angin kurang dibuka (boros), jika putih pucat berarti setelan terlalu terbuka (keiritan saking pelitnya), warna merah bata pada busi adalah kondisi setelan pas.

Tambahan dari saya kalo setting karbu motor sebaiknya jangan tahan gas pake tangan, apalagi biasanya nyettingnya sambil digeber-geber selesai setting tambah juga digeber2 itu namanya pemerkosaan terhadap mesin. Kalo sayang ama motor kita gak perlu lakukan hal seperti itu,perlu diingat mesin motor baik konvesional maupun beradiator sangat bergantung pendinginan pada hembusan angin pada waktu melaju, tidak seperti mobil yang memiliki ekstra fan pada radiatornya jadi baik diem atau jalan mobil sich cool2 aja. Lama kelamaan komponen mesin cepet aus walaupun tidak terasa dalam jangka waktu pendek, dari pabrikan juga menganjurkan pemanasan motor pada pagi hari tidak lebih dari 2 menit.Yang lebih jengkelkan lagi kalo servis di bengkel waktu nyetting digeber2 bikin naek darah, kan ntuh mekanikkan gak ngerasain beli ntuh motor jadi mana peduli doi.

Sekian posting dari saya semoga bisa membantu ditunggu masukan dan pertanyaan seputar motor, salam peace dan first safety riding.

Korekan Balap, Knalpot Sebaiknya Mengikuti Mesin

Di pacuan Hadi Wijaya dan Ferlando Herdian dari Yamaha Yamalube KYT R9 Tunggal Jaya sudah pasti menggunakan knalpot R9 sesuai nama timnya. Begitupun di Kawasaki Edge pacuan H. A. Yudhistira dan Gupita Kresna, menggunakan R9 terbaru atau tipe Sentul. Tipe-tipe knalpot R9 memang selalu nama-nama sirkuit. Misalnya Mugello atau Jerez.

Menurut ke-4 pembalap itu, ukuran knalpot tiap sirkuit berbeda. “Bahkan setiap seting mesin juga kadang berbeda. Padahal mesinnya sama,” kompak Hadi Wijaya dan Yudhistira. Itu yang membuat banyak knalpot di paddock 2 tim berbeda merek motor itu.

Seperti di Sentul lalu, menggunakan knalpot R9 tipe Sentul. Meski tipenya sama namun ukuran silencer bisa berbeda. “Walau ukuran luar sama, sarangan atau kawat nyamuk di dalam silencer bisa berbeda-beda ukurannya,” jelas Malik, mekanik Yamaha Yamalube KYT R9 Tunggal Jaya.

Demikian juga panjang-pendek pipa leher knalpot sampai buffle. Setiap panjang trek berbeda, akan berbeda pula ukurannya. Lebih detail lagi, lubang diameter dalam pipa knalpot bisa berbeda. Untuk trek panjang macam Sentul besar bisa lebih besar diameternya dibanding Sentul Kecil.

Bahkan untuk pipa knalpot bisa tidak dijumpai di pasaran lantaran mengikuti mesin. “Karena tidak ada di pasaran, sampai melubangi pipa padat. Diameter dalamnya dibikin sesuai kemauan mesin,” jelas Sjafri Ganie alias Jerry, bos R9. Katanya untuk pengeboran lubang pipa padat harus menggunakan mesin CNC agar presisi.

Untuk turun di Sentul beberapa minggu lalu, knalpot Yamaha Jupiter-Z dan Kawasaki Edge yang borong abis semua podium itu menggunakan jenis stainless steel. Karena regulasi Asia Road Racing Championship melarang penggunaan titanium. Berbeda dengan Indoprix yang lebih dulu membolehkan bahan titanium.

Jadi, intinya bukan mesin yang mengikuti knalpot. Knalpot yang ikuti mesin. (motorplus-online.com) 

Honda Astrea Grand, Bebek Dua Silinder 218 cc!!!!!

Pertemuan dengan Honda Grand ini cukup unik. Jam 12 malam di Jl. Ciledug, Tangerang tiba-tiba terdengar suara seram raungan motor sport. Sepintas minimal 400 cc ke atas. Begitu berlalu, ternyata motor cebol yang aslinya 100 cc.

Penasaran, langsung dikejar dan untungnya doi masuk SPBU. Wow.. ternyata mesin bebeknya berkepala dua alias mengusung duo head. Dari obrolan kecil dengan Haryanto yang punya motor, janji ketemu di O’N25 Oji Motor yang specialis bikin motor jadi 2 siinder.

Mesin yang dianut segaris. Tidak mengikuti tren yang sudah banyak diadopsi, yaitu konfigurasi V atau V-twin engine. Biar jelas, scrutineering pun dilakukan. Guna membuktikan memang dua silinder dan berfungsi maksimal.

 

Di kepala silinder tidak mengalami penggabungan. Head dibikin terpisah satu sama lain. Sehingga keduanya memiliki rante keteng dan kem sendiri-sendiri.

Kedua piston digerakkan 2 kruk as Grand yang digabung. Sistem penyatuan kruk as sederhana. Bandul kruk as kanan dilubangi. Sementara kruk as kiri dari as yang menuju kopling dimasukkan ke lubang itu. Kemudian dipres dan di las titik. Tentu sebelumnya as itu dipotong dulu.

Laher kruk as dipasang 4 biji. Dua di kanan-kiri dan 2 di tengah. Di tengah kruk as juga dipasangi gir timing untuk rantai keteng silinder kanan.

Kemudian dibuatkan crankcase baru. “Crankcase terbuat dari almu batangan yang dibentuk ulang dengan cara dicetak lalu dibubut,” jelas Rizky Fauzi, sang mekanik yang punya ide hebat ini. Mesin jadi molor sekitar 9-10 cm kesebelah kiri.

Crankcase baru ini sudah dilengkapi dudukan bearing kruk as tengah. Juga dibentuk menggunakan las babet dan argon. Kemudian finishing menggunakan mesin milling agar bisa dipasangi dua si-linder milik Grand.

Silinder blok diisi seher Kawasaki Kaze standar. Diameternya 53 mm. Dipadukan dengan stroke standar Grand 49,5 mm. Satu silindernya jadi 109,2 cc. Karena 2 silinder jadinya 109,2 x 2 = 218,4 cc.

Pengapian Grand ini hanya menggunakan 1 pulser dan 1 CDI kepunyaan Shogun. Kabel dari CDI dibikin cabang 2, untuk 2 koil Jupiter. Dan diteruskan ke busi yang juga jadi 2.

Atur Suara
Kalau 2 silinder bekerja berbarengan dengan proses kerja yang sama, suara mesin biasa saja. Seperti 2 motor 1 silinder hidup bareng.

Agar suara seram seperti moge, proses kerja silinder kiri dan kanan dibikin beda. Piston di kanan sedang kompresi, sementara piston di kiri sedang proses langkah buang.

“Meski seher naik-turun bareng, suara yang dihasilkan mesin jadi bergantian karena ledakan pembakaran antara silinder 1 dan 2 berbeda,” terang Fauzy dari Jl. KH Hasyim Ashari, Gondrong Kenanga No. 16, RT 004/01, Cipondoh, Tangerang. 

DATA MODIFIKASI
Knalpot: Performance
Karburator: Karisma
Intake manifold: Karisma
Telepon : (021) 4520564

Skutik IMUT Dengan POWER GANAS 112HP …!!!

Well,… mengendarai skutik memang punya kenikmatan tersendiri… yang pasti power skutik real 30% lebih tinggi dibandingkan motor pake gigi …!!! Jadi nggak heran jika skutik 125cc… akan mudah melibas bebek 125cc … karena nggak perlu ngoper gigi… nggak perlu kehilangan tempo …!!! It’s true pada jarak tertentu… skutik seperti Italjet Dragster 180cc 2 stroke lebih cepat ketimbang Ducati Monster 400cc ataupun 600cc …!!! Naaagh,… skutik yang satu ini lebih gendeng lageee … coz bisa ngeluarin power 112HP …!!!

 

Yup,… skutik ini menggunakan engine 350cc 2 stroke V4… dan ini memang yang punya tim Cristofolini Racing …!!! Chasis nya memang menggunakan skutik Malaguti F12 … dan dengan short wheelbase.. ban yang kecil… tentu mengendari motor seperti ini… seperti ngeri-ngeri sedaaaap … coz salah-salah betot gas … dan posisi badan yang salah… bisa-bisa kegeblaaaak …!!! Ada yang berani membetot throttle sampai mentok …??? :D