Review Oli Pikoli Setelah 1800 km Penggunaan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat sore buat semuanya.. Setelah lama tidak menulis dikarenakan sibuk oleh berbagai kegiatan, Alhamdulillah saat ini masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk kembali menulis di blog sederhana ini..

Kali ini saya akan memberikan ulasan (bahasa kerennya sekarang mah review) terhadap penggunaan oli Pikoli setelah menempuh perjalanan sejauh 1800 km. Untuk kendaraan yang saya gunakan yaitu sepeda motor Suzuki Satria FU keluaran tahun 2010 yang telah menempuh kurang lebih 70.000 km..

20180525_130259

Satria FU

Untuk oli pikoli sendiri mungkin sudah banyak teman-teman yang tahu tentang oli Pikoli ini, khususnya di kota-kota besar. Untuk motor saya, saya menggunakan Pikoli Ultra X SAE 20W-50, menyesuaikan dengan anjuran buku pedoman pemilik motor. Oh ya teman-teman, sebelumnya saya buat ulasan tentang oli ini murni pandangan subyektif saya semata, ini bukan iklan ya, hehe.. Saya hanya ingin berbagi informasi saja dengan teman-teman yang mungkin belum tahu/belum pernah pakai oli ini..

p3.png

Pikoli Ultra X

Untuk spesifikasi dari oli Pikoli ini sendiri, dia sudah mendapat sertifikasi API SJ, untuk spesifikasi bisa dilihat dari tabel di bawah:

Capture.PNG

Properties Pikoli Ultra X

Impresi awal dari penggunaan oli tersebut, awal mesin dinyalakan suara mesin cukup halus. Nah, yang unik dari oli Pikoli ini, dia mempunyai aroma seperti permen karet saat mesin pertama dinyalakan, agak mirip sama aromanya Pertamina Enduro Racing lah.. Mesin dinyalakan, klek kemudian masuk gigi satu.. Perpindahan gigi juga terasa mudah dan tidak menimbulkan suara berisik..

Saya mulai jalan dan perlahan saya tambah kecepatan motor, ternyata mesin terasa halus.. Untuk tenaga juga lumayan berasa tarikannya.. Saya kemudian coba perjalanan jarak lumayan jauh sekitar 20 km, dengan rute bervariasi, dari macet hingga jalan layang yang kosong sehingga bisa geber (rute Cibiru – Sarijadi lewat Jl. Layang Pasopati. orang Bandung pasti tahu nih..).. ternyata lama kelamaan malah terasa lebih enteng tarikannya.. mungkin karena oli Pikoli yang saya gunakan relatif kental, jadi setelah mesin mencapai suhu ideal, akselerasi dari kendaraan juga lumayan bertambah ngacir nih.. hehe.. Tapi untuk aroma wangi yang keluar dari selang hawa mesin, hanya bertahan sampai kurang lebih 100 km saja.. (kalau mau wangi terus mah pakai parfum hehe)

Performa oli ini cukup awet juga pemirsa, di km 500 masih enak, km 1000 juga masih enak performanya.. bahkan sampai 1700 masih enak.. mulai 1750 km, motor saya sedikit mengalami slip kopling, slip terjadi di rpm tinggi saja tetapi, sekitar 9000 an rpm an lah kerasanya.  sehingga saya sedikit curiga juga sama oli yang mungkin kurang cocok, tapi bisa kemungkinan juga emang motor saya yang kampas koplingnya minta ganti sih hehe.. Karena penasaran juga pingin coba oli Pertamina Fastron Techno, jadi saya putuskan buat ganti oli di km 1800 deh.. Lagian saya juga udah pake oli Pikoli ini selama 5 bulan pemirsa.. Hah?? pada kaget nih kayanya hehe.. emang motor saya per bulannya jalan gak lebih dari 500 km sih.. cuma buat ngampus sama main doang jarak deket.. sesekali touring juga ke daerah sekitar bandung aja..

Singkat cerita, setiba di rumah dan setelah beli oli baru buat ganti, saya langsung keluarkan oli Pikoli yang telah setia menemani selama 1800 km..

20180525_130138

Oli sudah mencapai minimal di kaca intip oli

20180525_130447

20180525_130518 Siapin alat-alat

Setelah saya kuras olinya, ternyata olinya masih bagus pemirsa.. warnanya masih ada warna kemerah-merahan seperti warna awal.. tapi tentu sekarang warnanya sudah agak kehitam-hitaman.. Untuk jumlah olinya pun masih cukup banyak.. sekitar 850 ml an lah… banyak yang keluar dari seal-seal yang udah rembes sih itu juga.. Kalau kondisi seal masih prima mungkin penguapannya lebih sedikit..

Kesimpulannya, oli Pikoli Ultra X ini cocok buat motor-motor lawas yang SAE olinya disarankan menggunakan 20W-50.. Satria FU pun mesinnya masih menggunakan mesin lawas turunan FXR tahun 2000 an.. untuk performa olinya sendiri bagus walaupun dipakai di daerah yang banyak melalui kemacetan.. Oli ini menggunakan bahan dasar semi sintetik.. sehingga tingkat penguapan dari oli ini lebih baik dari pada oli mineral.. Jadi, oli ini Cukup bagus lah buat motor-motor bebek yang butuh oli 20W-50.. Untuk motor sport, bisa untuk motor sport jadul seperti CB 100 dan juga Honda Tiger.. pokonya yang SAE rekomendasi pabrikannya 20W-50 lah.. Oli ini bisa dibilang sesuai lah dengan harga yang dikeluarkan.. Saya beli sekitar 50 ribuan di daerah Bandung..

Sekian dulu ah capek ngetiknya hehe..

Oh iya, nanti tunggu ya kelanjutan dari Ulasan yang akan saya berikan dari penggunaan oli PCMO Pertamina Fastron di motor saya..

Wassalam

Iklan

Modifikasi Honda C 70 Bore Up &and Stroke Up

Alhamdulillah, Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan pertolongan dan selalu melimpahkan rizki yang berkah. Setelah sekian lama saya tidak posting di blog, akhirnya sekarang diberi kesempatan lagi oleh Allah SWT untuk posting artikel yang ga jelas ini hehe…

Langsung saja, kali ini saya akan berbagi tentang spesifikasi hasil modif salah satu rekan saya yang namanya R***I

Ini adalah motor yang di bangun benar2 bermula hanya dari rangka c70 / bekjul yang di beli, dan lalu selanjutnya komponen2 lainnya teman saya beli nyicil. Itu bermula ketika teman saya SMA sampai sekarang sudah kerja di salah satu perusahaan di Bandung, dan motornya pun masih dalam tahap finishing..

Ini dia foto2 hasil modifan teman saya :

DSC01667 blog

Tampak samping Bekjul

DSC01673 blog

Tampak samping bekjul juga

Sekarang mari kita lihat lebih dalam ke bagian mesinnya.

Piston set NPP

mesin menggunakan mesin honda c 100, untuk mengantisipasi tenaga yang loyo ketika digunakan turing, kami ganti piston bawaan bekjul dengan piston kaze oversize 100 merek NPP, kenapa kita pilin merek NPP, karena piston merek ini dianggap cukup untuk melayani modif mesin yang dperuntukkan untuk harian, itung2 hemat biaya juga hehe.. toh kita bukan modif mesin buat balap, hanya untuk harian dan turing saja.

Untuk Liner / boring, karena tidak memungkinkan menggunakan boring bawaan untuk sehe rukuran 54, maka boring bawaan di lengserkan dan di ganti dengan boring bawaan Kawak Kaze yang di oversize lagi agar bisa kita masukkan piston 54

blok c100

blok silinder c100 feat boring kaze

Kapasitas silinder yang didapat menurut rumus yaitu 54*54*3,14*49,5/4000 = 113,308 cm cubic atau disingkat 113 cc. Mesin dengan ukuran segitu masih kurang mantap, maka project selantujnya adalah menaikkan panjang stroke mesin guna memperkaya Torque pada putaran bawah.

Mesin pun di belah, penggantian pompa oli pun di lakukan agar suplai oli dapat mengalir lancar untuk mencegah kerusakan fatal akibat oli ngak naik. Gak kebayang gimana hancurnya mesin jika oli tidak bersirkulasi dan kita sedang mengendarai motor di kecepatan tinggi, bisa2 ngancing sehernya, ban belakang ngunci, sukur2 kalau masih bisa mengendalikan, kalau ngak bisa cilaka deh nyuksruk di kejamnya aspal jalanan.

Selanjutnya Kruk As / bahasa tekniknya Crankshaft, kita bawa ke tukang bubut, kita geser big end nya sejauh 5 mm ke arah luar, beres stroke up kruk as pun di balancing ulang di tukang bubut.

kruk as

kruk as (gambar dapet maling dari kaskus karena ga sempet moto) hehe

Agar tidak harus mengubah panjang rantai keteng, maka penggantian stang piston pun dilakukan, stang piston di ganti denga stang piston Honda Astrea 800. Motor dari luar terlihat standar, tapi siapa sangka dalemannya sudah stroke up hehe.. tetapi lumayan banyak juga bagian2 yang harus di pangkas, karena stroke up di nilai ekstrim yaitu 5 mm , pemapasan pada piston, crankcase dan penyesuaian pada head silinder pun kami lakukan. kapasitas silinder kini sudah membengkak menjadi 136,19 cc

crankcase c100

Crankcase C100 (sumber : kaskus)

Agar pasukan bensin ke silinder bertambah, noken as / camshaft pun kita bubut ulang, durasi dan lift kita percayakan kepada teman yang berprofesi sebagai tukang bubut, kita minta saja yang pas buat harian. Klep menggunakan standar, karena biaya belum mencukupi, hehe. kompresi di set sekitar 10 : 1 hasil pengukuran menggunakan metode buret

noken as

Noken as hand made

Setelah bagian mesin selesai, rangka motor bekjul sudah di modif juga oleh teman saya, di cat dengan warna orange dan mempersiapkan semua bagan rangkanya. Setelah itu, mesin pun drakit dan di tempelkan di rangka. mesin langsung bisa di pasang karena baut mounting engine rangka C70 sama dengan mesin C100. Untuk memaksimalkan transfer tenaga, maka kopling pun di rubah menjadi manual, dengan melepas mangkok kopling otomatis dan menyisakan hanya jedek / dudukan poros mangkok nya saja. Agar kopling tidak selip per kopling menggunakan per kopling smash.

DSC01671 blog

bak kopling S*D

Kelar di urusan bak kopling, agar suplai bensin tidak kekurangan, karbu pun menggukanakn karbu karisma / supra x 125 yang di reamer, karbu karisma dirasa cukup untuk membuat nafas motor panjang namun tetap irit bensin..

DSC01672 blog

Karbu Karisma reamer

DSC01670 blog

bekjul

Beres urusan mesin, motor pun kami coba di jalan  layang Pasupati Bandung, gigi 4 dapat dengan mudahnya melewati Supra X, belum sampai situ, masih banyak project yang tertunda karena terhalang oleh masalah biaya.. Jika ada Dynotest murah, mungkin ini motor sudah di dyno untuk mengetahui power yang sudah kami capai dalam proses modif motor ini, namun apa daya lagi2 masalah dana yang kurang untuk mengusung sang kuda besi ke mesin dyno menjadi alasannya.. Tapi Alhamdulillah tetap di ucapkan sebagai tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkarya..

Kawin Silang Yamaha Rx King dengan motor 4 tak

Tadi ketika ane browsing Rx King di internet, nemuain yang kaya ginian bro :

Gambar

ada sebuah motor dengan girbox honda GL dipasang silinder kop yamaha king :D

perpaduan mesin 4 tak di girbox dengan head cylinder dan block cylinder ganti 2 T, kawin silang. Perkawinan mesin rx-king dengan gearbox gl series tersebut mampu mengusik nalar . Biasanya sesama mesin 4 tak yang dikawinkan, namun ini perpaduan 2 tak dan 4 tak.

Mungkin blok mesin hanya diambil gearboxnya saja. Terus kalau  penggerak klep via rantai keteng tidak terpakai apakah tidak berpengaruh ke bagian mesin yang lain?
Tapi bagi orang Indonesia, semua bisa diakalin..

motor kek gitu rasanya gimana ya?

ini ada honda C70 yang dipasangin silinder kop RX king juga :D jossss

Gambar

ada ada aja nih orang Indonesia hehe, tapi salut deh buat kreatipitasnya  (mungkin kalau orang2 kreatif tersebut kerja di pabrikan motor Jepang bakalan tercipta motor2 berteknologi canggih kali ya ?? )

Salam nguokkkkkkk…

Motor Setan !!!!! Dengan Bobot 25 Kg, Motor Listrik Ini Mampu Melesat 180 km/jam !!

Well,, lima mahasiswa asal Norwegia mampu membuat terobosan baru. Mereka mampu membuat motor sport Listrik dengan berat dan kecepatan maksimum yang fantastik. Bagaimana tidak,, Motor hasil rancangan mereka memiliki berat 25 kg dan mampu mencapai kecepatan maksimal 180 km/jam.

Image

Wow,,, sungguh hasil yang menakjubkan untuk ukuran motor listrik. Biasannya motor listrik identik dengan motor lemot. Tapi kali ini mahasiswa asal norwegia dapat mematahkan pendapat tersebut.

Motor listrik bernuansa sport ini di beri nama Roskva. Menggunakan material dari serat karbon pada frame, roda, drive system dan swing arm (lengan ayun). Hal ini berdampak pada total bobot yang relatif ringan.

Versi prototipe ini menggunakan dua motor -listrik bertenaga 96,6 hp dengan torsi 80 Nm. Akselerasi 0-100 kpj dibutuhkan 3-4 detik. Memiliki baterai berkekuatan 6 kWh bisa diajak berkeliling hingga 100 kilometer untuk sekali pengisian.

Tidak dijelaskan menggunakan baterai jenis apa. Padahal biasannya baterailah yang membuat bobot motor listrik menjadi berat. Saya tidak bisa membayangkan,, motor dengan bobot 25 kg melesat dengan kecepata 180 km/jam, apa gak ngleang (melayang) tuh. Saya juga sudah mencoba mencari videonnya di youtube tapi belum nemu juga.

So,, era motor listrik sudah tiba. tinggal nunggu pengembanganya. Semoga semakin ke depan, motor listrik semakin bisa menempuh jarak yang semakin jauh dengan pengisian yang singkat pula.

Semoga bermanfaat,,,

Salam Otomotif

Tips Cara Setting Karburator

Peranti yang 1 ini sangatlah vital karena merupakan salah satu bertugas menghasilkan tenaga dari motor tersebut, salah penanganan maka akan sangat berdampak pada performa motor tersebut. Di posting saya kali ini akan berbagi tips cara mensetting karbu yang benar.

Image
Pertama putar baut langsam menggunakan obeng pada karbu ke arah kanan hingga idle motor terasa tinggi, kencangkan/putar ke arah kanan baut setelan angin hingga mentok tarik sekali gas (geber maksudnye) setelah itu kendorkan baut setelan angin perlahan sambil dirasakan (pake feeling gitu) mesin meraung paling konsisten artinya tidak brebet atau nembak2 geber sekali selesai deh

. Untuk mengecek beneratau gaknya setelan bro bisa ngecek lewat keadaan ujung busi kalo item berarti setelan angin kurang dibuka (boros), jika putih pucat berarti setelan terlalu terbuka (keiritan saking pelitnya), warna merah bata pada busi adalah kondisi setelan pas.

Tambahan dari saya kalo setting karbu motor sebaiknya jangan tahan gas pake tangan, apalagi biasanya nyettingnya sambil digeber-geber selesai setting tambah juga digeber2 itu namanya pemerkosaan terhadap mesin. Kalo sayang ama motor kita gak perlu lakukan hal seperti itu,perlu diingat mesin motor baik konvesional maupun beradiator sangat bergantung pendinginan pada hembusan angin pada waktu melaju, tidak seperti mobil yang memiliki ekstra fan pada radiatornya jadi baik diem atau jalan mobil sich cool2 aja. Lama kelamaan komponen mesin cepet aus walaupun tidak terasa dalam jangka waktu pendek, dari pabrikan juga menganjurkan pemanasan motor pada pagi hari tidak lebih dari 2 menit.Yang lebih jengkelkan lagi kalo servis di bengkel waktu nyetting digeber2 bikin naek darah, kan ntuh mekanikkan gak ngerasain beli ntuh motor jadi mana peduli doi.

Sekian posting dari saya semoga bisa membantu ditunggu masukan dan pertanyaan seputar motor, salam peace dan first safety riding.

Korekan Balap, Knalpot Sebaiknya Mengikuti Mesin

Di pacuan Hadi Wijaya dan Ferlando Herdian dari Yamaha Yamalube KYT R9 Tunggal Jaya sudah pasti menggunakan knalpot R9 sesuai nama timnya. Begitupun di Kawasaki Edge pacuan H. A. Yudhistira dan Gupita Kresna, menggunakan R9 terbaru atau tipe Sentul. Tipe-tipe knalpot R9 memang selalu nama-nama sirkuit. Misalnya Mugello atau Jerez.

Menurut ke-4 pembalap itu, ukuran knalpot tiap sirkuit berbeda. “Bahkan setiap seting mesin juga kadang berbeda. Padahal mesinnya sama,” kompak Hadi Wijaya dan Yudhistira. Itu yang membuat banyak knalpot di paddock 2 tim berbeda merek motor itu.

Seperti di Sentul lalu, menggunakan knalpot R9 tipe Sentul. Meski tipenya sama namun ukuran silencer bisa berbeda. “Walau ukuran luar sama, sarangan atau kawat nyamuk di dalam silencer bisa berbeda-beda ukurannya,” jelas Malik, mekanik Yamaha Yamalube KYT R9 Tunggal Jaya.

Demikian juga panjang-pendek pipa leher knalpot sampai buffle. Setiap panjang trek berbeda, akan berbeda pula ukurannya. Lebih detail lagi, lubang diameter dalam pipa knalpot bisa berbeda. Untuk trek panjang macam Sentul besar bisa lebih besar diameternya dibanding Sentul Kecil.

Bahkan untuk pipa knalpot bisa tidak dijumpai di pasaran lantaran mengikuti mesin. “Karena tidak ada di pasaran, sampai melubangi pipa padat. Diameter dalamnya dibikin sesuai kemauan mesin,” jelas Sjafri Ganie alias Jerry, bos R9. Katanya untuk pengeboran lubang pipa padat harus menggunakan mesin CNC agar presisi.

Untuk turun di Sentul beberapa minggu lalu, knalpot Yamaha Jupiter-Z dan Kawasaki Edge yang borong abis semua podium itu menggunakan jenis stainless steel. Karena regulasi Asia Road Racing Championship melarang penggunaan titanium. Berbeda dengan Indoprix yang lebih dulu membolehkan bahan titanium.

Jadi, intinya bukan mesin yang mengikuti knalpot. Knalpot yang ikuti mesin. (motorplus-online.com) 

Skutik IMUT Dengan POWER GANAS 112HP …!!!

Well,… mengendarai skutik memang punya kenikmatan tersendiri… yang pasti power skutik real 30% lebih tinggi dibandingkan motor pake gigi …!!! Jadi nggak heran jika skutik 125cc… akan mudah melibas bebek 125cc … karena nggak perlu ngoper gigi… nggak perlu kehilangan tempo …!!! It’s true pada jarak tertentu… skutik seperti Italjet Dragster 180cc 2 stroke lebih cepat ketimbang Ducati Monster 400cc ataupun 600cc …!!! Naaagh,… skutik yang satu ini lebih gendeng lageee … coz bisa ngeluarin power 112HP …!!!

 

Yup,… skutik ini menggunakan engine 350cc 2 stroke V4… dan ini memang yang punya tim Cristofolini Racing …!!! Chasis nya memang menggunakan skutik Malaguti F12 … dan dengan short wheelbase.. ban yang kecil… tentu mengendari motor seperti ini… seperti ngeri-ngeri sedaaaap … coz salah-salah betot gas … dan posisi badan yang salah… bisa-bisa kegeblaaaak …!!! Ada yang berani membetot throttle sampai mentok …??? :D

Iklan